Review Makna lagu Don’t Start Now: Jangan Mulai Lagi. Di awal Februari 2026, lagu “Don’t Start Now” milik Dua Lipa kembali menjadi topik hangat setelah mencapai milestone bersejarah: menjadi salah satu dari dua lagu pertama seorang artis perempuan yang melampaui 3 miliar stream di Spotify, bersama “Levitating”. Pencapaian ini diumumkan pada 15 Januari 2026, menandai dominasi Lipa di era streaming, terutama saat rumor beredar tentang rilis single baru pada Februari dan album keempat antara Maret hingga April. Dirilis pada 31 Oktober 2019 sebagai single utama dari album Future Nostalgia, lagu ini kini mendapat sorotan baru lewat peluncuran perusahaan produksi film Lipa, TwentyTwo Films, pada awal tahun, di mana ia berencana eksplorasi narasi empowerment mirip tema lagunya. Review makna lagu ini mengupas “jangan mulai lagi” sebagai seruan mandiri pasca-putus cinta, tetap relevan di 2026 ketika Lipa beralih ke fase “financial independence” dan karir sinematik. Dengan beat disco-funk yang menular dan vokal kuat Lipa, lagu ini bukan sekadar dance anthem, tapi manifesto resiliensi di tengah gosip pribadi yang pernah menimpa sang artis. INFO SLOT
Latar Belakang dan Penciptaan Lagu: Review Makna lagu Don’t Start Now: Jangan Mulai Lagi
Dua Lipa, penyanyi Inggris-Albania lahir 1995, melejit lewat album debut self-titled pada 2017 dengan hits seperti “New Rules”. Album Future Nostalgia, dirilis Maret 2020, dirancang sebagai homage ke disco era 1970-1980-an, dipengaruhi oleh artis seperti Madonna, Blondie, dan Jamiroquai. “Don’t Start Now” menjadi single pembuka, diproduksi oleh Ian Kirkpatrick dengan kontribusi penulisan dari Lipa, Caroline Ailin, Emily Warren, dan Kirkpatrick. Lagu ini menggabungkan bassline funky, synth pop, dan elemen house, menciptakan sound retro-modern yang langsung catchy.
Proses penciptaan berlangsung di studio Los Angeles selama musim panas 2019, pasca-putusnya Lipa dengan pacar lama. Ia mengaku lagu ini lahir dari pengalaman pribadi, di mana ia ingin ciptakan track yang empowering tapi danceable. Video musiknya, disutradarai oleh Henry Scholfield, menampilkan Lipa di pesta liar dengan outfit glamor, simbolisasi kebebasan baru. Dirilis tepat sebelum pandemi, “Don’t Start Now” debut di nomor 2 Billboard Hot 100, bertahan 41 minggu di top 10—rekor untuk artis solo perempuan—dan memenangkan Grammy untuk Best Pop Vocal Album pada 2021. Di Inggris, lagu ini mencapai nomor 2 dan menjadi single terlama di top 10 untuk artis perempuan Inggris. Di 2026, dengan milestone 3 miliar stream, lagu ini seperti validasi visi Lipa, terutama saat ia luncurkan TwentyTwo Films bersama tunangannya Callum Turner, fokus pada cerita perempuan kuat. Rumor album baru menjanjikan evolusi sound, mungkin campur disco dengan elemen sinematik, menjadikan “Don’t Start Now” sebagai fondasi karirnya yang semakin luas.
Analisis Lirik dan Makna Mendalam: Review Makna lagu Don’t Start Now: Jangan Mulai Lagi
Makna utama “Don’t Start Now” adalah penolakan untuk kembali ke hubungan toksik, dengan “jangan mulai lagi” sebagai peringatan tegas terhadap mantan yang mencoba rujuk. Lirik pembuka, “Did a full 180, crazy / Thinking ’bout the way I was,” menggambarkan transformasi diri pasca-putus, sementara chorus: “Don’t show up, don’t come out / Don’t start caring about me now / Walk away, you know how / Don’t start now” — menekankan batas yang jelas dan fokus pada penyembuhan sendiri.
Secara mendalam, lagu ini alegori tentang empowerment perempuan. Lipa menyisipkan elemen humoris dan percaya diri, seperti “If you don’t wanna see me dancing with somebody / If you wanna believe that anything could stop me,” yang mengajak pendengar rayakan kebebasan. Ini terinspirasi dari pengalaman Lipa sendiri, di mana ia belajar move on di tengah sorotan publik. Musikalitasnya mendukung—dengan tempo 124 BPM, bass groovy, dan string disco—membuatnya seperti obat penghilang duka, kontras dengan lirik yang tegas. Di bridge, “Though it took some time to survive you / I’m better on the other side,” ia akui proses healing, tapi segera balik ke afirmasi: “So move along.” Di 2026, makna ini semakin relevan dengan perjalanan Lipa ke “financial independence”, di mana ia prioritaskan kepemilikan katalog musik dan proyek film. Banyak penggemar melihatnya sebagai anthem anti-drama, terutama pasca-kontroversi hubungannya, mengingatkan bahwa “don’t start now” berarti lindungi energi sendiri di era gosip digital.
Dampak Budaya dan Penerimaan Saat Ini
Sejak rilis, “Don’t Start Now” telah mengubah lanskap pop dengan revival disco. Lagu ini mencapai 3 miliar stream di Spotify pada Januari 2026, menjadikan Lipa artis perempuan pertama dengan dua lagu capai angka itu. Di chart, ia top di lebih dari 20 negara, termasuk nomor 1 di Billboard Dance/Electronic Songs selama 52 minggu—rekor terpanjang. Video musiknya ditonton miliaran kali, menginspirasi challenge TikTok global di mana jutaan pengguna tiru dance moves Lipa, mendorong tren fitness dan self-confidence pasca-pandemi.
Budaya pop merangkulnya: dari penggunaan di serial seperti Euphoria hingga parodi di SNL. Di penghargaan, lagu ini bantu Future Nostalgia raih Grammy, BRIT Awards, dan MTV VMAs. Kritikus memuji sebagai “perfect pop song”, dengan Rolling Stone sebutnya anthem 2020-an. Dampaknya meluas ke isu gender: Lipa sering dikaitkan dengan feminisme modern, meski kontroversi seperti tuduhan apropriasi disco pernah muncul. Di Indonesia, lagu ini populer di playlist dance dan sering diputar di gym atau event motivasi, resonan dengan budaya muda yang sadar self-care. Di 2026, penerimaan tetap kuat; milestone streams memicu buzz, terutama dengan usulan Lipa untuk Super Bowl halftime 2027. Peluncuran TwentyTwo Films menambahkan dimensi baru, di mana tema lagu seperti resiliensi bisa jadi inspirasi skrip. Di tengah tren musik AI, “Don’t Start Now” mengingatkan pada kekuatan autentisitas, terus trending di platform seperti Instagram dengan posting Lipa tentang “best year yet” di new year outfit silvernya.
Kesimpulan
“Don’t Start Now” tetap menjadi simbol kekuatan mandiri, dengan makna “jangan mulai lagi” yang mendorong move on dan self-love. Dari rilis 2019 hingga milestone 3 miliar stream di 2026 dan rumor album baru, lagu ini terus evolusi, mencerminkan perjalanan Lipa dari pop star ke mogul media. Di dunia hubungan yang rumit, pesan Lipa tentang batas dan healing tetap menginspirasi, membuktikan musik disco bisa jadi alat empowermen abadi. Dengan dampak budayanya yang luas, lagu ini bukan hanya hit, tapi legacy Lipa yang ajak kita semua untuk dance away masa lalu.
