Review Makna Lagu Traitor: Pengkhianat Cinta

Review Makna Lagu Traitor: Pengkhianat Cinta

Review Makna Lagu Traitor: Pengkhianat Cinta. Lagu “traitor” dari Olivia Rodrigo, yang dirilis Mei 2021 sebagai bagian dari album SOUR, tetap menjadi salah satu karya paling menyayat hati di kalangan pendengar hingga awal 2026. Hampir lima tahun berlalu, lagu ini masih sering diputar di playlist patah hati, pengkhianatan, dan “kenangan yang menyakitkan” di Spotify serta TikTok. Di balik melodi ballad yang lembut dan vokal Olivia yang penuh kerapuhan, “traitor” menyimpan makna mendalam tentang pengkhianatan cinta yang terasa lambat dan menyiksa—bukan pengkhianatan besar yang dramatis, melainkan pengkhianatan kecil yang bertahap, berupa janji yang dilanggar, kebohongan halus, dan perasaan ditinggalkan tanpa pernah benar-benar ditinggalkan. Lagu ini bukan sekadar curhat remaja; ia adalah potret jujur tentang rasa sakit ketika orang yang dicintai perlahan berubah menjadi orang asing. INFO SLOT

Lirik yang Menyayat dan Penuh Pengakuan: Review Makna Lagu Traitor: Pengkhianat Cinta

Lirik “traitor” terasa seperti surat panjang yang ditulis dengan air mata dan amarah yang tertahan. Baris pembuka “Brown guilty eyes and little white lies” langsung membangun gambaran pengkhianatan yang halus—kebohongan kecil yang terlihat jelas tapi tetap dibiarkan. Refrain “You betrayed me, and I know that you’ll never feel sorry for the way I hurt” menjadi pukulan paling kuat: narator sadar bahwa mantan tidak pernah merasa bersalah, dan itu justru yang paling menyakitkan.
Bagian “God, I wish that you had thought this through before I went and fell in love with you” menunjukkan rasa penyesalan yang dalam—bukan menyesal mencintai, tapi menyesal tidak melihat tanda-tanda lebih awal. Olivia Rodrigo sengaja menggunakan bahasa sederhana yang relatable: “You gave me your word but that didn’t matter”, “You said forever, now I drive alone past your street”—setiap kalimat terasa seperti pengakuan pribadi yang bisa dialami siapa saja. Lirik ini tidak berlebihan puitis, tapi justru karena itu terasa sangat jujur dan menusuk.

Melodi dan Vokal yang Membuatnya Terasa Intim: Review Makna Lagu Traitor: Pengkhianat Cinta

Melodi “traitor” sengaja dibuat lambat dan minimalis, dengan piano lembut, string ringan, dan drum yang hanya muncul di chorus untuk memberikan efek dramatis. Tempo sekitar 70 bpm memberikan ruang luas bagi pendengar untuk benar-benar meresapi setiap kata. Produksi Dan Nigro membuat lagu ini terasa seperti rekaman live di kamar tidur—intim, rapuh, dan tanpa filter.
Vokal Olivia di lagu ini sangat kuat: dari nada rendah yang penuh keraguan di verse hingga power note yang pecah di bridge “It took you two weeks to go off and date her”. Cara ia menyanyikan “You betrayed me” dengan getar emosi membuat pendengar ikut merasakan sakitnya. Tidak ada beat keras atau produksi bombastis—semua elemen musik sengaja dibuat sederhana agar lirik tetap menjadi pusat perhatian. Itulah yang membuat lagu ini terasa seperti curhatan pribadi yang tak sengaja dibagikan.

Makna Lebih Dalam: Pengkhianatan yang Lambat dan Perasaan Ditinggalkan

Di balik cerita pengkhianatan, “traitor” sebenarnya bicara tentang proses kehilangan yang lambat—bukan putus secara tiba-tiba, melainkan ketika orang yang dicintai perlahan berubah, mulai berbohong kecil-kecilan, mulai menjauh, hingga akhirnya pergi tanpa pernah benar-benar mengakui kesalahannya. Narator merasa dikhianati bukan karena ada orang ketiga yang jelas, tapi karena janji “selamanya” ternyata hanya omong kosong. Lagu ini juga menyentil tema self-blame: “Maybe I’m the problem” adalah baris yang sering terasa familiar bagi banyak orang yang pernah ditinggalkan.
Banyak pendengar merasa lagu ini seperti cermin: mereka melihat diri sendiri di posisi Olivia—masih mencoba memahami mengapa orang yang pernah berjanji begitu banyak tiba-tiba bisa pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. Makna terdalamnya adalah bahwa pengkhianatan terbesar bukanlah tindakan besar, melainkan ketidakpedulian setelahnya—mantan yang bahagia dengan hidup baru sementara narator masih terjebak dalam pertanyaan “kenapa aku tidak cukup”.

Kesimpulan

“traitor” adalah lagu yang langka: sederhana tapi sangat dalam, sedih tapi tidak membuat putus asa, dan relatable tanpa terasa klise. Kekuatan utamanya terletak pada lirik yang jujur, melodi yang menyayat, dan vokal Olivia Rodrigo yang penuh emosi. Lagu ini berhasil menjadi teman bagi siapa saja yang sedang merasakan pengkhianatan cinta yang lambat dan menyakitkan—membuat mereka menangis, tapi juga ikut bernyanyi sebagai bentuk pelepasan. Jika kamu sedang berjuang menerima kenyataan bahwa orang yang pernah berjanji selamanya kini bahagia tanpamu, lagu ini adalah pengingat bahwa rasa sakit itu valid, dan kamu tidak sendirian. Dengarkan sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali diputar ulang, kamu akan menemukan baris yang semakin mengena. “traitor” bukan sekadar lagu patah hati; ia adalah pengakuan bahwa kadang pengkhianatan terbesar adalah ketika orang yang kita cintai memilih menjadi orang asing tanpa pernah meminta maaf. Dan itu, pada akhirnya, adalah bagian dari proses untuk benar-benar move on.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *