Makna Lagu What’s My Name – Rihanna. Lagu What’s My Name? yang dirilis Rihanna pada akhir 2010 tetap menjadi salah satu kolaborasi paling ikonik dalam kariernya, terutama karena chemistry vokalnya dengan Drake. Dengan ritme dancehall yang ringan, beat yang adiktif, dan lirik yang penuh godaan, lagu ini langsung menduduki puncak Billboard Hot 100 dan menjadi salah satu single terbesar dari album Loud. Di permukaan, lagu ini terdengar seperti anthem flirtasi yang playful dan sensual, tapi makna di balik liriknya lebih dalam: tentang kekuatan seorang wanita yang membuat pria lupa segalanya—bahkan nama sendiri—hanya karena kehadirannya. Lagu ini bukan sekadar lagu cinta biasa; ia bicara tentang dominasi emosional, gairah yang menguasai, dan bagaimana seseorang bisa membuat pasangannya “hilang kendali” sepenuhnya. REVIEW KOMIK
Latar Belakang dan Produksi Lagu: Makna Lagu What’s My Name – Rihanna
What’s My Name? ditulis oleh Ester Dean, Stargate, dan Rihanna sendiri, dengan produksi yang dipimpin Stargate. Lagu ini awalnya direncanakan sebagai single untuk album Loud, dan Rihanna langsung meminta Drake untuk berkolaborasi setelah mendengar verse yang dia kirim. Drake merekam bagiannya dengan cepat, dan hasilnya terasa sangat alami—seolah keduanya sedang berbicara langsung satu sama lain. Produksinya menggabungkan elemen dancehall klasik dengan sentuhan pop modern: bass yang dalam, gitar reggae ringan, dan synth yang halus. Rihanna menyanyikan chorus dengan nada yang setengah menggoda, setengah menantang, sementara Drake menambahkan verse yang penuh swagger tapi tetap playful. Lagu ini jadi single ketiga dari album Loud dan langsung jadi hit global. Video klipnya yang disutradarai Melina Matsoukas memperkuat tema: Rihanna sebagai sosok misterius yang mendominasi Drake di berbagai setting kota malam, dengan visual yang sensual tapi tidak vulgar. Kolaborasi ini juga menandai salah satu momen penting dalam hubungan musikal mereka yang kemudian berlanjut di lagu-lagu lain.
Makna Lirik dan Dinamika Hubungan: Makna Lagu What’s My Name – Rihanna
Lirik What’s My Name? dibangun di sekitar pertanyaan sederhana tapi sangat kuat: “Oh na na, what’s my name?” yang diulang seperti mantra. Chorus yang dinyanyikan Rihanna—“Say my name, say my name”—bukan sekadar permintaan; ia adalah pernyataan kekuasaan. Wanita dalam lagu ini begitu memikat sehingga pria lupa segalanya—nama sendiri, logika, bahkan identitasnya—hanya karena terpikat sepenuhnya. Baris “However does it feel to know you’re mine?” dari Drake menunjukkan sisi lain: pria yang sadar dirinya sudah “tertangkap”, tapi justru menikmati sensasi itu. Ada nuansa dominasi yang ringan tapi jelas—Rihanna sebagai sosok yang mengendalikan dinamika, membuat pasangannya kehilangan kendali hanya dengan kehadiran dan sentuhan. Banyak pendengar melihat lagu ini sebagai himne tentang gairah yang kuat dan sehat, di mana kedua pihak sadar akan kekuatan satu sama lain. Tapi ada juga interpretasi yang lebih dalam: tentang bagaimana seseorang bisa membuat orang lain merasa “hilang” dalam cara yang menyenangkan—sebuah metafora untuk hubungan yang intens dan adiktif tanpa harus negatif. Liriknya playful tapi penuh kekuatan, mencerminkan sisi Rihanna yang percaya diri dan menggoda.
Dampak Budaya dan Relevansi Saat Ini
What’s My Name? bukan hanya hit besar—ia jadi lagu yang mendefinisikan era awal 2010-an dalam pop dan R&B. Lagu ini memperkuat posisi Rihanna sebagai artis yang bisa menggabungkan sensualitas dengan kekuatan, dan kolaborasinya dengan Drake jadi salah satu duet paling ikonik dekade itu. Lirik “what’s my name” yang repetitif langsung jadi chant di klub, konser, dan meme internet. Video klipnya yang sensual tapi artistik juga memicu diskusi tentang representasi seksualitas perempuan dalam musik. Di era sekarang, ketika pembicaraan tentang consent, power dynamics dalam hubungan, dan self-confidence semakin terbuka, lagu ini terasa segar kembali. Banyak pendengar menggunakannya sebagai anthem empowerment: tentang tahu nilai diri sendiri dan membuat orang lain “lupa nama sendiri” karena pesona yang dimiliki. Lagu ini juga sering muncul di playlist malam hari, party, atau saat orang ingin merasakan sensasi “being wanted”. Relevansinya bertahan karena pesannya timeless: ada kekuatan besar dalam membuat seseorang benar-benar fokus hanya pada Anda—dan itu bisa jadi hal yang sangat memuaskan.
Kesimpulan
What’s My Name? adalah lagu tentang dominasi emosional yang dibungkus dalam kemasan sensual dan playful. Maknanya terletak pada pertanyaan sederhana yang sebenarnya sangat kuat: “Apa nama saya?”—sebuah cara untuk mengingatkan pasangan bahwa dia sudah sepenuhnya terpikat, lupa segalanya kecuali wanita di depannya. Dengan lirik yang menggoda, produksi yang adiktif, dan chemistry antara Rihanna dan Drake, lagu ini berhasil menjadi anthem tentang gairah, kekuasaan dalam hubungan, dan rasa percaya diri yang tinggi. Di tengah katalog Rihanna yang penuh lagu kuat, What’s My Name? menonjol karena kemampuannya membuat pendengar merasa seksi, diinginkan, dan berkuasa hanya dengan mendengarnya. Lagu ini mengingatkan bahwa kadang, yang paling memabukkan bukanlah cinta itu sendiri, melainkan kekuatan untuk membuat seseorang benar-benar “hilang” dalam diri Anda—dan itu adalah bentuk gairah yang sangat manusiawi.

